BERPEGANG TEGUHLAH
Segala puji
hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampunan
kepada-Nya dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan dari
keburukan amalan-amalan kami. Siapa orang yang Allah menunjukinya maka tiada
satupun yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang Dia sesatkan maka tidak
satupun yang bisa menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak
diibadati kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
"Wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada Nya[1]; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan
beragama Islam."(Ali Imron 102).
Agama
Islam adalah agama yang apabila diaplikasikan secara keseluruhan maka akan mendatangkan
rahmat bagi seluruh alam. Islam datang untuk mengembalikan dan membetulkan
keadaan yang telah dirusak oleh sistem jahiliyah, membebaskan manusia dari
“úbudiyyah” (penyembahan) sesama manusia kepada “ubudiyyah” Allah Ta’ala semata, mencabut dan
menumbangkan sistem hidup jahiliyah, serta menegakkan sistem dan hukum Allah
Ta’ala di muka bumi, hukum sang pencipta manusia yang tentunya mengetahui
karakteristik dari makhluk ciptaanya tersebut. Dan telah terbukti selama 13
abad, dengan diterapkannya syariat islam, tingkat kestabilan daerah yang
dipimpin oleh umat islam dilihat dari segi apapun selalu tinggi. Bukan hanya
umat islam saja yang stabil dalam kehidupan akan tetapi kehidupan umat
non-muslim pun juga terkena efek dari agama ini selama tidak ada pembangkangan
dalam ketundukkan mereka.
Berbeda
dengan sekarang, umat islam dalam keadaan dijinakkan oleh musuh musuh Allah. Umat
islam bukanlah sang pemimpin dunia bahkan dengan sukarela menjadi antek-antek
kaum kafir. Umat islam yang seharusnya bagaikan “Singa” dalam dunia ini,
Sekarang bagaikan “burung dalam sangkar”. Dengan berbagai macam pemikiran-pemikiran
kafir yang “menjanjikan” duniawi, umat islam sedikit demi sedikit terjerumus
dalam jebakan halus kaum kafir ini. Jebakan yang dipasang oleh kaum kafir ini
menyebabkan kaum muslimin terkena suatu penyakit cinta dunia dan takut mati
(Al-Wahn). Dalam islam, dunia dianggap sebagai permainan dan
suatu yang melalaikan, perhiasan sebagaimana surat Al hadid ayat 20-21;
Artinya:
“Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,
perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang
banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para
petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning
kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan
dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu.”(Al-hadid:20).
Gema kebangkitan Islam saat ini mulai mencuat kembali,
gerakan-gerakan yang mengatasnamakan islam bertebaran dimana-dimana. Mulai dari
yang menggunakan kekerasan maupun yang tidak menggunakan kekerasan. Mulai dari
yang berjuang dalam system ataupun yang berjuang diluar system. Dengan berbagai macam munculnya
gerakan-gerakan tersebut tentunya juga membawa apa yang diklaim mereka sesuai
dengan islam. Apa yang diklaim oleh mereka bisa bersifat salah ataupun benar
bahkan dengan klaim klaim tersebut bisa mengeluarkan seseorang dari islam jika
kita melihat dari kaidah dasar ahlussunnah wal jamaah.
Mirisnya, banyak aktifis da’wah yang terjebak dalam ide
ide buruk yaitu mereka yang berjuang
dengan masuk kedalam system demokrasi. Kebanyakan para ulama mengatakan bahwa
demokrasi adalah system syaithan. Dimana demokrasi menjadikan kedaulatan
tertinggi berada ditangan rakyat. Rakyatlah yang menentukan hukum apa yang akan
dipakai. Rakyatlah sebagai sandaran pembuatan hukum bukan disandarkan pada
Allah. Apakah hukum Allah diadakan menunggu kesepakatan dari parlemen sebagai
wakil rakyat? Dimana Tauhid kalian??
Hukum Allah tidak perlu menunggu hingga disetujui oleh parlemen. Bahkan hukum
Allah harus ditegakkan mulai dari level Individu. Meskipun kita sendirian hukum
Allah tetap harus ditegakkan.
Adapula dari para Aktifis “da’wah” ini beralasan bahwa ini hanyalah
sebagai sarana dalam menggapai ditegakkanya syariat dengan alasan sebagai
bagian dari dakwah, sebagai maslahat dari dakwah. Mari kita lihat sejarah
perjuangan dari para nabi dan rasul, apakah ada dari mereka yang menegakkan
ajarannya dengan masuk ke dalam parlemen syirik ini. Mereka berjuang dari luar
system jahiliyah yang ada pada saat itu. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad
SAW pernah ditawari untuk mengusap ngusap berhala kaum musyrikin sebagai syarat
agar kaum musyrikin ini masuk kedalam ajaran Muhammad SAW. Bagaimana sikap nabi
Muhammad saat itu? Apakah menerimanya? Ya Nabi Muhammad Menolak meskipun apa
yang ditawarkan hanya dengan mengusap berhala mereka, mereka akan masuk islam.
Lantas bagaimana dengan demokrasi yang menyandarkan hukumnya pada rakyat???
“Dan sesungguhnya mereka hampir mamalingkanmu dari apa yang telah
Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap
Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambilmu jadi sahabat yang
setia. (QS. 17:73) Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu
hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. (QS. 17:74) Kalau terjadi
demikian, benar-benarlab, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda
di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu
tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. (QS. 17:75)”(al-Israa’:
73-75)
Jangan sampai kita melarang umat islam untuk merayakan natal, valentine, dll akan tetapi kita sendiri masih lalai masuk kedalam demokrasi bahkan ikut dalam merayakan pestanya.naudzubillah.
Lantas
bagaimana sikap kita seharusnya? Yang perlu kita ingat kekuasaan itu
dipergilirkan. Itulah sunnatullah
Sehingga kita tidak perlu khawatir akan kemenangan. Kemenangan ataupun
kekalahan adalah bagian dari sebuah proses. Proses yang benar akan menghasilkan
kemenangan yang benar atau kekalahan dalam menegakkan kebenaran. Bukankah
pilihan dalam memperjuangkan islam hanya ada dua yaitu menang dalam kemulyaan
atau mati syahid. dan dua duanya sama baiknya.
Yang perlu kita khawatirkan adalah teguh tidaknya kita
dalam menjalankan syariat Allah SWT. Teguh tidaknya kita dalam menghadapi
ujian. Mari kita tingkatkan level kita menjadi seorang yang beriman kepada
aspek keimanan secara keseluruhan. Tidak meninggalkan salah satu atau semuanya.
Bukan hanya demi sebuah maslahat dakwah atau maslahat
mencapai kekuasaan, syirik dijadikan salah satu jalan untuk mencapai tujuan
tersebut . dan satu satunya dosa yang tidak diampuni Allah adalah dosa syirik
Dari ayat tersebut jelas Allah menyuruh kita untuk
menjauhi jalan jalan selain islam dan demokrasi adalah bukan salah satu jalan
dalam islam. Karena jalan selain jalan islam adalah mencerai beraikan islam itu
sendiri. Mereka berkeinginan melakukan perbaikan pada dunia akan tetapi mereka
tidak menyadari bahwa mereka sendiri termasuk golongan orang orang yang memecah
belah. Dan inilah yang kebanyakan tidak disadari oleh para aktifis “da’wah”
saat ini. Dan jangan sampai menyalahkan apabila orang orang yang berpegang
teguh memusuhi para aktifis “da’wah”ini sebab aktifis inilah sebab perpecahan
umat. Maka penuhilah seruan orang –orang yang berpegang teguh ini.
Islam menetapkan jalan menegakkan islam hanya ada pada dakwah dan jihad.
Dakwah sebagai media penyampai dan jihad sebagai media penundukkan. Bahkan
ancaman bagi orang yang meninggalkan jihad sangat pedih.
Oleh karena itu mari kita berpegang tguh pada alquran dan
hadits sebagaimana yang diperintahkan allah dan rasulnya. Kenalilah kebenarannya
dari ajarannya bukan dari orang yang mengajarkannya. Carilah tempat terbaik
dengan yang diajarkan.berjamaahlah dengan orang yang berpegang teguh dalam
agamannya. Jangan sampai kita tertinggal dengan mereka yang sudah berpegang
teguh pada ajaran ini. Karena jalan ini adalah jalan penuh dengan kemulyaan.









